AKRILIK MEDAN

Tips Merawat Akrilik agar Tetap Kinclong

Tips Merawat Akrilik agar Tetap Kinclong 05 Feb 2026       19

Akrilik adalah salah satu material modern yang semakin populer digunakan dalam berbagai bidang mulai dari interior, dekorasi, hingga kebutuhan bisnis dan promosi. Dengan tampilannya yang bening menyerupai kaca namun lebih ringan dan fleksibel, akrilik mampu memberikan kesan elegan, modern, dan profesional pada setiap desain. Namun, agar permukaannya tetap kinclong, jernih, dan tahan lama, perawatan akrilik tidak boleh dilakukan sembarangan.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa akrilik, meskipun terlihat kuat, sebenarnya cukup sensitif terhadap goresan, panas, dan bahan kimia tertentu. Oleh karena itu, merawat akrilik dengan cara yang benar adalah kunci agar tampilannya tetap maksimal dan umur pakainya panjang. Berikut ini panduan lengkap serta tips merawat akrilik agar selalu kinclong dan awet digunakan dalam jangka panjang.

1. Bersihkan Permukaan Akrilik dengan Kain Lembut

Langkah pertama yang paling penting dalam merawat akrilik adalah pemilihan kain pembersih. Hindari menggunakan kain kasar atau spons berbahan keras karena bisa meninggalkan goresan mikro yang mengurangi kejernihan permukaan akrilik.

Gunakan kain microfiber lembut atau kain katun halus yang bersih untuk mengelap debu dan kotoran. Saat membersihkan, usahakan untuk mengelap dengan gerakan melingkar agar tidak meninggalkan bekas goresan satu arah.

Jika akrilik Anda kotor karena debu atau sidik jari, cukup semprotkan sedikit air bersih atau cairan pembersih khusus akrilik, lalu lap perlahan hingga bersih dan mengkilap.

2. Hindari Penggunaan Pembersih Berbahan Kimia Keras

Banyak orang yang salah kaprah dengan menggunakan cairan pembersih kaca (glass cleaner) atau bahan kimia rumah tangga lain untuk membersihkan akrilik. Padahal, bahan seperti amonia, alkohol, dan aseton dapat merusak permukaan akrilik, membuatnya kusam, atau bahkan menyebabkan retak halus (microcracks).

Untuk membersihkan akrilik, gunakan sabun cair lembut yang dicampur air hangat. Larutan ini cukup efektif untuk menghilangkan minyak, debu, dan kotoran tanpa merusak permukaannya. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lembut hingga benar-benar kering.

Jika ingin hasil optimal, Anda bisa menggunakan cairan khusus pembersih akrilik (acrylic cleaner) yang dirancang untuk menjaga kilau alami material ini tanpa menimbulkan goresan atau perubahan warna.

3. Hindari Gesekan dan Tekanan Berlebih

Akrilik memang lebih kuat dibanding kaca, tetapi tetap tidak tahan terhadap goresan dan benturan keras. Oleh karena itu, hindari menempatkan benda berat atau tajam di atas permukaannya.

Jika Anda menggunakan lembaran akrilik sebagai meja display atau etalase, pastikan untuk memberikan alas pelindung seperti kain lembut atau busa tipis di bagian bawah benda yang diletakkan di atasnya.

Saat membersihkan, jangan menekan terlalu kuat dengan kain pembersih, karena tekanan berlebih juga dapat menyebabkan permukaan menjadi buram atau meninggalkan gores halus.

4. Lindungi Akrilik dari Paparan Panas Langsung

Panas ekstrem adalah musuh utama bagi akrilik. Suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan bentuk (melengkung), memudarkan warna, atau bahkan membuat permukaan menjadi retak halus.

Hindari menempatkan produk akrilik terlalu dekat dengan sumber panas seperti kompor, oven, lampu pijar, atau sinar matahari langsung dalam waktu lama.

Jika akrilik digunakan untuk dekorasi outdoor, sebaiknya pilih jenis akrilik outdoor grade yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap sinar UV dan suhu ekstrem.

5. Gunakan Cairan Anti-Static untuk Mengurangi Debu

Salah satu sifat akrilik adalah mudah menarik debu karena memiliki muatan elektrostatik. Untuk mengatasinya, Anda dapat menggunakan cairan anti-static khusus akrilik.

Cairan ini tidak hanya membantu mencegah debu menempel, tetapi juga menjaga permukaan akrilik tetap bersih dan mengkilap lebih lama. Semprotkan cairan secukupnya, lalu lap perlahan hingga merata dengan kain microfiber.

Dengan perawatan rutin ini, Anda tidak perlu terlalu sering membersihkan akrilik, karena debu tidak akan mudah menempel lagi di permukaannya.

6. Perhatikan Cara Menyimpan Akrilik

Apabila Anda memiliki produk akrilik custom seperti plakat, display, name tag, atau signage yang tidak sedang digunakan, simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cahaya langsung.

Hindari menumpuk lembaran akrilik secara langsung tanpa pelindung di antaranya, karena gesekan antar permukaan bisa menimbulkan goresan. Gunakan lapisan kain lembut atau kertas pelindung di setiap lembar untuk menjaga keutuhan permukaannya.

Selain itu, pastikan area penyimpanan bebas dari kelembapan tinggi agar akrilik tidak menjadi kusam akibat jamur atau noda air.

7. Poles Secara Berkala untuk Mengembalikan Kilau

Jika akrilik mulai tampak kusam atau muncul goresan halus, Anda dapat melakukan pemolesan ringan (polishing) menggunakan cairan khusus akrilik atau polish plastik.

Cara melakukannya cukup mudah:

  • Bersihkan permukaan akrilik terlebih dahulu dari debu dan kotoran.
  • Oleskan cairan polish secukupnya pada kain lembut.
  • Gosok perlahan dengan gerakan melingkar sampai permukaan tampak lebih cerah dan mengkilap.

Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan buffing machine dengan kecepatan rendah dan pad lembut. Hindari penggunaan mesin dengan tekanan tinggi karena bisa membuat permukaan terlalu panas dan meninggalkan bekas.

8. Hindari Kontak Langsung dengan Pelarut atau Lem

Saat menggunakan akrilik dalam proyek desain atau dekorasi, terkadang dibutuhkan lem untuk menyatukan beberapa bagian. Namun, perlu diketahui bahwa lem berbahan dasar aseton, thinner, atau pelarut keras lainnya dapat merusak struktur akrilik.

Gunakan lem khusus akrilik (acrylic adhesive) yang lebih aman dan mampu menghasilkan sambungan kuat tanpa meninggalkan noda putih atau retakan di area sambungan.

Selain itu, hindari membersihkan akrilik menggunakan tisu basah berbahan alkohol karena efeknya serupa—dapat membuat permukaan menjadi buram dan kehilangan kilau aslinya.

9. Bersihkan Segera Setelah Terkena Noda

Jika akrilik terkena tumpahan cairan seperti kopi, minyak, atau tinta, segera bersihkan sebelum noda mengering. Semakin lama noda dibiarkan, semakin sulit untuk dihilangkan tanpa merusak permukaan.

Gunakan air hangat dan sabun cair lembut, lalu lap dengan kain halus sampai bersih. Jangan menggosok terlalu keras, cukup ulangi beberapa kali dengan lembut hingga noda benar-benar hilang.

10. Rutin Lakukan Pemeriksaan dan Perawatan

Akrilik yang digunakan dalam jangka panjang, terutama untuk keperluan bisnis seperti display produk, plakat penghargaan, atau partisi kantor, membutuhkan perawatan rutin.

Lakukan pemeriksaan berkala pada kondisi permukaan, sambungan, dan area yang sering disentuh. Bila ditemukan goresan halus, segera lakukan pemolesan ringan agar kerusakan tidak semakin besar.

Membersihkan akrilik setidaknya seminggu sekali sudah cukup untuk menjaga tampilannya tetap bening dan profesional.

11. Gunakan Penutup Pelindung Saat Tidak Digunakan

Untuk menjaga keawetan produk akrilik seperti plakat, box display, dan souvenir custom, sebaiknya gunakan penutup pelindung seperti plastik wrap atau kain lembut saat tidak digunakan.

Hal ini akan mencegah debu, minyak, dan kotoran lain menempel di permukaannya. Selain itu, produk akrilik juga akan terlindung dari gesekan dengan benda lain yang bisa menimbulkan goresan.

12. Pilih Produk Akrilik Berkualitas dari Awal

Perawatan terbaik dimulai dari pemilihan bahan akrilik berkualitas tinggi. Akrilik premium biasanya memiliki kejernihan lebih baik, tahan terhadap sinar UV, dan tidak mudah menguning seiring waktu.

Bahan akrilik seperti cast acrylic umumnya lebih kuat dan lebih tahan gores dibandingkan extruded acrylic. Jadi, saat memesan produk akrilik seperti plakat, display, atau signage, pastikan Anda memilih penyedia jasa yang menggunakan bahan akrilik berkualitas dan proses produksi yang presisi.

Dengan bahan berkualitas, perawatan menjadi lebih mudah dan hasil akhir terlihat jauh lebih elegan serta tahan lama.